TEAM LEADER – PE PLANT
Tujuan Jabatan:
Memimpin, mengkoordinasikan, dan mengawasi seluruh aktivitas operasional PE Plant selama shift untuk memastikan pencapaian target keselamatan kerja, food-grade quality, produktivitas, efisiensi, kualitas produk, dan ketepatan waktu pengiriman. Area tanggung jawab meliputi PE Extrusion, Narrow Slitter, Crimping Device, dan PE Packing.
Kualifikasi
- Pendidikan minimal Diploma (D3), diutamakan dari jurusan Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Industri, atau bidang terkait.
- Memiliki pengalaman kerja minimal 5 tahun di industri manufaktur, khususnya packaging, flexible packaging, paperboard converting, plastic packaging, atau industri sejenis.
- Memiliki pengalaman minimal 2 tahun pada posisi Senior Operator, Foreman, Shift Leader, Team Leader, atau posisi setara.
- Memiliki pemahaman yang baik mengenai proses PE Extrusion (Manual T-Die), Slitting, Crimping, dan Packing.
- Memiliki pengalaman di lingkungan produksi food-grade packaging merupakan nilai tambah yang signifikan.
- Memahami penerapan Good Manufacturing Practices (GMP), hygiene manufacturing, dan food safety awareness.
- Memahami standar kualitas serta persyaratan material dan produk kemasan food-grade.
- Memiliki kemampuan leadership, komunikasi, koordinasi, dan pengelolaan tim produksi.
- Mampu melakukan process troubleshooting serta menangani dan mengendalikan abnormalitas proses produksi.
- Memahami prinsip Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), 5S, Quality Management, dan Continuous Improvement.
- Bersedia bekerja dengan sistem shift.
Tanggung Jawab Utama:
1. Operational Leadership
- Memimpin dan mengkoordinasikan seluruh aktivitas operasional PE Plant selama shift sesuai dengan target dan standar perusahaan.
- Mengatur, mengarahkan, dan mengawasi aktivitas operator pada area:
- PE Extrusion Operator (Manual T-Die)
- Narrow Slitter Operator
- Crimping Device Operator
- PE Packing Operator
- Memastikan kesiapan operasional mesin, material, manpower, dan area kerja sebelum proses produksi dimulai.
- Memastikan pelaksanaan start-up, shutdown, changeover, dan aktivitas produksi lainnya berjalan sesuai prosedur.
2. Production & Performance Management
- Memastikan pencapaian target produksi sesuai dengan output, productivity, efficiency, yield, dan waste yang telah ditetapkan.
- Melakukan monitoring terhadap parameter proses dan performa mesin secara berkala untuk memastikan proses berjalan dalam kondisi optimal.
- Mengidentifikasi potensi bottleneck dan melakukan tindakan perbaikan untuk meminimalkan downtime dan kehilangan produksi.
- Mengambil tindakan korektif secara cepat dan tepat terhadap abnormalitas proses untuk menjaga kontinuitas produksi.
3. Quality & Food Safety
- Memastikan seluruh proses produksi memenuhi standar quality, food-grade requirements, GMP, dan food safety yang berlaku.
- Memastikan tidak terjadi potensi kontaminasi produk yang disebabkan oleh foreign material, debu, minyak, grease, maupun praktik kerja yang tidak sesuai standar.
- Memastikan parameter proses dan karakteristik kualitas produk dimonitor sesuai standar yang telah ditetapkan.
- Menindaklanjuti setiap temuan kualitas dan berkoordinasi dengan Quality untuk melakukan root cause analysis dan corrective action.
4. Manpower & Team Management
- Mengelola penempatan manpower sesuai kebutuhan operasional dan kompetensi masing-masing anggota tim.
- Mengoptimalkan utilisasi manpower untuk mendukung pencapaian target produksi.
- Memberikan arahan, coaching, dan feedback kepada anggota tim untuk meningkatkan kompetensi dan kinerja.
- Mengidentifikasi kebutuhan pelatihan serta mendukung pengembangan kompetensi operator.
- Membangun budaya kerja yang disiplin, kolaboratif, berorientasi pada kualitas, keselamatan, dan produktivitas.
5. Cross-Functional Coordination
- Berkoordinasi secara efektif dengan Quality, Maintenance, Warehouse, PPIC, dan fungsi terkait lainnya untuk memastikan kelancaran proses produksi.
- Mengkoordinasikan penanganan masalah operasional yang membutuhkan dukungan lintas fungsi.
- Memastikan ketersediaan material dan kesiapan mesin sesuai dengan rencana produksi.
6. Safety, GMP & Workplace Management
- Memastikan penerapan SOP, K3, GMP, 5S, hygiene, dan housekeeping di seluruh area kerja.
- Mengawasi kepatuhan operator terhadap prosedur keselamatan dan standar kerja yang berlaku.
- Mengidentifikasi potensi risiko keselamatan, kualitas, dan operasional serta mengambil tindakan preventif yang diperlukan.
- Mendorong penerapan budaya zero accident, zero contamination, dan continuous improvement di area PE Plant.
7. Reporting & Shift Handover
- Menyiapkan dan memastikan keakuratan laporan produksi, kualitas, downtime, waste, abnormality, dan aktivitas operasional selama shift.
- Melakukan handover secara lengkap dan sistematis kepada shift berikutnya, termasuk informasi mengenai kondisi mesin, proses, kualitas, manpower, abnormality, dan outstanding issues.
- Memastikan seluruh permasalahan yang belum terselesaikan terdokumentasi dan ditindaklanjuti oleh shift berikutnya.
- Memberikan informasi dan eskalasi kepada atasan terkait kondisi atau permasalahan yang berpotensi memengaruhi pencapaian target produksi.