Pendidikan: Minimal S1 di bidang Supply Chain Management, Teknik Elektro/Industri, Bisnis Internasional, Sastra Mandarin, atau bidang terkait.
Bahasa: Wajib fasih berbahasa Mandarin (lisan & tulisan, minimal sertifikasi HSK 5 atau setara) untuk kebutuhan negosiasi bisnis. Mampu berbahasa Inggris aktif adalah nilai plus yang besar.
Pengalaman: Minimal 3–5 tahun pengalaman di bidang Strategic Sourcing, Procurement, atau Purchasing Impor.
Nilai Plus (Preferred): Memiliki pengalaman sourcing untuk produk hardware teknologi, perangkat elektronik, mesin perbankan, atau komponen mekanikal/elektrikal.
Keahlian Teknis:
Pemahaman kuat tentang proses impor, logistik internasional, serta regulasi bea cukai Indonesia.
Mahir dalam analisis data pengeluaran (spend analysis) menggunakan MS Excel atau sistem ERP.
Keterampilan negosiasi komersial internasional yang terbukti (proven international negotiation skills).
Job Description
Global Sourcing & Vendor Management: Mengidentifikasi, mengkualifikasi, dan membangun hubungan kerja sama jangka panjang dengan supplier global (terutama produsen perangkat teknologi/perbankan dari Tiongkok).
Komunikasi & Jembatan Bahasa: Menjadi narahubung utama dalam komunikasi bisnis, negosiasi teknis, dan korespondensi tertulis menggunakan bahasa Mandarin dengan prinsipal/vendor luar negeri.
Analisis Total Cost of Ownership (TCO): Menganalisis biaya pengadaan secara menyeluruh, termasuk biaya produk, logistik internasional (impor), bea cukai, guna memastikan margin keuntungan perusahaan tetap optimal.
Manajemen Kontrak & SLA: Menyusun, menegosiasikan, dan meninjau kontrak komersial serta Service Level Agreement (SLA) dengan vendor agar sejalan dengan kepatuhan regulasi dan standar kualitas perusahaan.
Kolaborasi Lintas Fungsi: Bekerja sama erat dengan tim Technical/Engineering, Product Management, dan Logistics untuk memastikan spesifikasi perangkat keras (seperti solusi perbankan/finansial) sesuai dengan kebutuhan pasar Indonesia.
Mitigasi Risiko Supply Chain: Memantau tren pasar global, mengantisipasi keterlambatan produksi/pengiriman di negara asal, serta mencari alternatif solusi rantai pasok