Menyusun dan mengelola rencana produksi serta jadwal perbaikan kapal (ship repair schedule) berdasarkan work order, docking plan, dan target penyelesaian proyek.
Berkoordinasi secara intensif dengan tim produksi, engineering, QC, dan procurement untuk memastikan material, spare part, serta sumber daya tersedia sesuai kebutuhan repair.
Menyusun daily progress report dan update schedule secara berkala untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai timeline yang ketat.
Mengidentifikasi potensi deviasi jadwal, bottleneck, serta perubahan scope pekerjaan repair, serta menyusun rencana mitigasi untuk menjaga ketepatan delivery kapal.
Mengendalikan produktivitas pekerjaan melalui monitoring manhour, machine utilization, dan efektivitas tenaga kerja selama proses ship repair berlangsung.
Mendukung pelaksanaan troubleshooting dan corrective action apabila terjadi kendala teknis maupun hambatan operasional di lapangan.
Memastikan seluruh aktivitas repair berjalan sesuai dengan standar keselamatan kerja (HSE), regulasi galangan, serta persyaratan klasifikasi kapal.
Berkolaborasi dengan Project Manager dan Owner Surveyor untuk memastikan hasil pekerjaan repair memenuhi standar kualitas dan selesai tepat waktu.
Mendukung penerapan continuous improvement dalam proses ship repair guna meningkatkan efisiensi turnaround time dan performa operasional galangan.
Persyaratan
Pendidikan Minimal S1 dari jurusan:
Teknik Industri atau bidang teknik lain yang relevan
Sertifikasi tambahan terkait project planning atau supply chain menjadi nilai tambah.
Pengalaman Kerja Minimal 1 tahun pengalaman di bidang:
Production Planning & Control (PPIC)
Project Planning / Scheduler
Ship Repair Operations atau Shipyard Production
Keahlian memahami proses operasional ship repair, termasuk:
Hull repair, piping, mechanical & electrical works
Blasting & painting activities
Outfitting selama docking period
Menguasai konsep perencanaan dan pengendalian produksi, meliputi:
Work order management dan repair scheduling
Progress monitoring dan milestone tracking
Capacity planning dan resource allocation
Mampu melakukan analisis produktivitas
Monitoring manhour dan machine utilization
Identifikasi bottleneck dan deviasi jadwal
Penyusunan mitigation plan dan corrective action
Memahami standar galangan kapal terkait:
HSE compliance dan shipyard safety regulations
Persyaratan klasifikasi kapal (Class Rules)
Strong analytical skills dalam forecasting, planning, dan reporting.
Mampu menyusun daily progress report serta update schedule secara berkala.
Kemampuan koordinasi lintas fungsi dengan tim produksi, engineering, QC, procurement, serta external stakeholder (Owner Surveyor).