Requirements
Job description :
- Perencanaan dan Strategi Produksi
Menyusun Target Tahunan/Bulanan: Merancang rencana kerja produksi (misalnya target Overburden removal dan Coal/Ore getting) berdasarkan target perusahaan.
Optimalisasi Armada: Mengatur alokasi alat berat (excavator, dump truck, dozer) agar bekerja secara maksimal dengan biaya operasional minimal.
Manajemen Rantai Pasok: Memastikan ketersediaan bahan bakar (fuel), suku cadang, dan bahan peledak agar operasional tidak terhenti.
- Pengawasan Operasional di Lapangan
Monitoring Real-time: Memantau kemajuan tambang setiap hari untuk memastikan operasional sesuai dengan desain tambang (mine plan).
Evaluasi Vendor/Kontraktor: Jika perusahaan menggunakan kontraktor, Manager Operasional bertugas mengawasi kinerja mereka agar sesuai dengan kontrak kerja (SLA).
Penyelesaian Masalah (Troubleshooting): Mengambil keputusan cepat saat terjadi kendala teknis di pit, masalah cuaca, atau kerusakan alat yang bersifat masif.
- Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan (K3L/HSE)
Kepatuhan Regulasi: Memastikan seluruh aktivitas tambang mematuhi kaidah teknik pertambangan yang baik (Good Mining Practice) dan regulasi pemerintah (seperti aturan Minerba).
Budaya Safety: Menjamin nihil kecelakaan kerja (Zero Accident) melalui pengawasan prosedur keselamatan yang ketat bagi seluruh karyawan.
Reklamasi & Lingkungan: Mengawasi pengelolaan limbah dan proses reklamasi lahan pascatambang agar sesuai dengan standar AMDAL.
- Manajemen Finansial dan Budgeting
Pengendalian Biaya (Cost Control): Memonitor Cost per Tonne agar tetap berada di bawah plafon anggaran.
Penyusunan Anggaran (CAPEX/OPEX): Merencanakan kebutuhan investasi alat baru (CAPEX) dan biaya pemeliharaan rutin (OPEX).
- Kepemimpinan dan Hubungan Pemangku Kepentingan
Manajemen SDM: Memimpin tim besar yang terdiri dari supervisor, engineer, dan operator; serta memastikan pengembangan kompetensi mereka.
Hubungan Masyarakat (Community Relations): Berkoordinasi dengan tim eksternal untuk menjaga hubungan baik dengan masyarakat lingkar tambang guna meminimalisir konflik sosial.
Responsibilities
- Perencanaan dan Strategi Produksi
Menyusun Target Tahunan/Bulanan: Merancang rencana kerja produksi (misalnya target Overburden removal dan Coal/Ore getting) berdasarkan target perusahaan.
Optimalisasi Armada: Mengatur alokasi alat berat (excavator, dump truck, dozer) agar bekerja secara maksimal dengan biaya operasional minimal.
Manajemen Rantai Pasok: Memastikan ketersediaan bahan bakar (fuel), suku cadang, dan bahan peledak agar operasional tidak terhenti.
- Pengawasan Operasional di Lapangan
Monitoring Real-time: Memantau kemajuan tambang setiap hari untuk memastikan operasional sesuai dengan desain tambang (mine plan).
Evaluasi Vendor/Kontraktor: Jika perusahaan menggunakan kontraktor, Manager Operasional bertugas mengawasi kinerja mereka agar sesuai dengan kontrak kerja (SLA).
Penyelesaian Masalah (Troubleshooting): Mengambil keputusan cepat saat terjadi kendala teknis di pit, masalah cuaca, atau kerusakan alat yang bersifat masif.
- Kesehatan, Keselamatan Kerja, dan Lingkungan (K3L/HSE)
Kepatuhan Regulasi: Memastikan seluruh aktivitas tambang mematuhi kaidah teknik pertambangan yang baik (Good Mining Practice) dan regulasi pemerintah (seperti aturan Minerba).
Budaya Safety: Menjamin nihil kecelakaan kerja (Zero Accident) melalui pengawasan prosedur keselamatan yang ketat bagi seluruh karyawan.
Reklamasi & Lingkungan: Mengawasi pengelolaan limbah dan proses reklamasi lahan pascatambang agar sesuai dengan standar AMDAL.
- Manajemen Finansial dan Budgeting
Pengendalian Biaya (Cost Control): Memonitor Cost per Tonne agar tetap berada di bawah plafon anggaran.
Penyusunan Anggaran (CAPEX/OPEX): Merencanakan kebutuhan investasi alat baru (CAPEX) dan biaya pemeliharaan rutin (OPEX).
- Kepemimpinan dan Hubungan Pemangku Kepentingan
Manajemen SDM: Memimpin tim besar yang terdiri dari supervisor, engineer, dan operator; serta memastikan pengembangan kompetensi mereka.
Hubungan Masyarakat (Community Relations): Berkoordinasi dengan tim eksternal untuk menjaga hubungan baik dengan masyarakat lingkar tambang guna meminimalisir konflik sosial.