Menyusun dan mengelola perencanaan maintenance (preventive, predictive, dan corrective) untuk seluruh peralatan operasional ready mix seperti batching plant, truck mixer, dump truck, wheel loader, excavator, dan peralatan quarry.
Membuat jadwal maintenance berkala berdasarkan jam kerja alat (hour meter), kilometer kendaraan, serta rekomendasi pabrikan.
Menyusun work order maintenance dan memastikan seluruh pekerjaan perawatan dan perbaikan dilaksanakan sesuai rencana.
Mengontrol dan memonitor downtime alat berat dan unit produksi, serta melakukan analisis untuk meningkatkan reliability dan availability unit.
Mengelola data historis maintenance alat berat dan equipment plant untuk kebutuhan analisis kerusakan dan peningkatan kinerja peralatan.
Berkoordinasi dengan tim maintenance, mekanik, produksi, dan operasional quarry untuk memastikan kegiatan maintenance tidak mengganggu operasional produksi.
Mengidentifikasi kebutuhan spare part, consumable, dan komponen alat berat serta berkoordinasi dengan tim procurement untuk pengadaannya.
Melakukan analisis root cause terhadap kerusakan alat berat dan equipment plant serta memberikan rekomendasi perbaikan.
Mengawasi penggunaan sistem maintenance management (CMMS / ERP) untuk pencatatan kegiatan perawatan dan perbaikan unit.
Menyusun laporan performa alat (availability, reliability, downtime, MTBF, MTTR) untuk evaluasi manajemen.
Mengusulkan program improvement maintenance untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperpanjang umur peralatan.
Requirements
Pendidikan minimal D3 / S1 Teknik Mesin, Teknik Alat Berat, Teknik Pertambangan, atau bidang terkait.
Memiliki pengalaman minimal 3–5 tahun sebagai Maintenance Planner / Maintenance Engineer, diutamakan di industri ready mix, pertambangan, atau alat berat.
Memiliki pemahaman yang baik mengenai perawatan alat berat seperti:
Wheel Loader
Dump Truck
Truck Mixer
Peralatan batching plant
Memahami konsep preventive maintenance, predictive maintenance, reliability maintenance, dan fleet maintenance management.
Mampu melakukan analisis downtime alat, MTBF, MTTR, dan reliability equipment.
Penggunaan software maintenance / CMMS / ERP (SAP, Pronto, dll) menjadi nilai tambah.
Memiliki kemampuan perencanaan kerja, analisis teknis, dan problem solving yang baik.
Memiliki kemampuan komunikasi dan koordinasi lintas departemen yang baik.