Requirements
Wajib
- Pengalaman 2+ tahun sebagai System Architect, Technical Analyst, atau Site Reliability Engineer (SRE) untuk produk SaaS/on-prem hybrid.
- Pernah menangani minimal 30+ instansi/deployment yang tersebar (bukan satu aplikasi besar).
- Mampu menganalisis data performa dan biaya dari observability tools (Prometheus, Grafana, Datadog, atau CloudWatch).
- Memahami cloud pricing model (AWS/Azure/GCP) secara mendalam: compute savings plan, data transfer cost, storage tiering.
- Mahir Excel/Google Sheets atau BI tools (Tableau, Metabase, Looker) untuk membuat model biaya.
- Pengalaman dengan database query (SQL) untuk mengambil data utilisasi dari logging internal.
Diutamakan
- Latar belakang IT Finance atau Cloud FinOps certification.
- Pernah melakukan post-mortem analysis untuk sistem kesehatan skala nasional.
- Familiar dengan cost allocation tags dan showback/chargeback untuk multi-tenant.
- Pengalaman dengan edge computing atau distributed database (CockroachDB, Yugabyte, atau Cassandra).
- Output yang Diharapkan (Dalam 3-6 Bulan Pertama)
Bulan Output Utama
1 Laporan post-deployment review dari 66 RS: top 5 masalah, variasi biaya antar RS, dan rekomendasi quick wins.
2 Model biaya per RS dan simulasi untuk group 5, 10, 20 RS (termasuk grafik break-even).
3 Playbook improvement untuk 3 masalah prioritas tertinggi (misal: reduksi biaya sync cloud 40%).
4-6 Implementasi dashboard cost & performa per RS/group + pilot untuk 2 rumah sakit group pertama.
Indikator Keberhasilan (KPI) Penurunan biaya cloud rata-rata per RS sebesar 20% dalam 6 bulan (setelah rekomendasi diimplementasikan). Peningkatan uptime sync hybrid dari baseline ke 99.5%. Akurasi model cost effectiveness (prediksi vs aktual untuk group baru) dengan error
Adopsi rekomendasi oleh tim engineering & product minimal 80% dalam 3 bulan setelah disetujui. Kepuasan klien group (NPS meningkat 15 poin karena transparansi biaya). Tools yang Akan Digunakan
Kategori Tools
Observability Prometheus, Grafana, Loki, CloudWatch, Azure Monitor
Cost Analysis CloudHealth, Vantage, atau custom script + BigQuery
Data Analysis SQL (PostgreSQL/BigQuery), Python (Pandas), Metabase
Documentation Miro (arsitektur), Notion (rekomendasi), Google Slides (presentasi ke klien group)
Version Control Git (untuk infrastruktur as code dan script analisis)
Responsibilities
- Tanggung Jawab Utama
- Analisis post-deployment dari rumah sakit group
- Mengumpulkan dan menganalisis data performa aktual dari implementasi group RS: latency sync hybrid, uptime, error rate, utilisasi resource on-prem (CPU/RAM/storage), konsumsi bandwidth, dan biaya cloud per RS.
- Mengidentifikasi pola kegagalan umum (misal: sync gagal karena koneksi RS tidak stabil, database lock pada jam sibuk, konflik data).
- Membuat heatmap masalah berdasarkan tipe RS (tipe A, B, C, D) dan lokasi (kota besar vs kabupaten).
- Rekomendasi Improvement Sistem
- Menyusun prioritas perbaikan berdasarkan dampak ke rumah sakit (misal: modul billing lambat, backup gagal, integrasi SATUSEHAT sering timeout).
- Memberikan rekomendasi konkret:
- Arsitektur: Perubahan pola sinkronasi (dari batch ke CDC real-time), redisain queue mechanism, atau penambahan edge node di RS.
- Konfigurasi: Optimalisasi parameter DB, connection pooling, kompresi data.
- Proses: Standarisasi instalasi on-prem untuk RS baru.
- Membuat playbook upgrade untuk 66 RS secara bertahap tanpa downtime panjang.
- Cost Effectiveness untuk Rumah Sakit Group
- Membangun model biaya per RS dan per RS group dengan mempertimbangkan:
- On-prem cost: Server, storage, listrik, IT lokal RS (jika ada).
- Cloud cost: Compute, storage, data transfer (sync inbound/outbound), API calls ke BPJS/Kemenkes.
- Support cost: Remote troubleshooting, on-site visit, training.
- Menghitung ekonomi skala untuk group:
- Jika satu group (misal 10 RS) menggunakan shared cloud environment (satu tenant cloud untuk semua RS) vs isolated per RS.
- Berapa penghematan dari shared gateway integrasi (satu koneksi ke SATUSEHAT untuk 10 RS).
- Analisis break-even point: kapan jumlah RS dalam group membuat shared infrastructure lebih murah daripada terpisah.
- Memberikan rekomendasi pricing model untuk klien group: apakah subscription flat, per transaksi, atau hybrid.
- Continuous Improvement Framework
- Menyusun dashboard monitoring cost & performa per RS dan per group (menggunakan data dari observability tools).
- Membuat alert system ketika biaya cloud suatu RS melebihi ambang batas normal (misal +30% dari rata-rata RS sejenis).
- Melakukan review bulanan dengan tim product & finance untuk mengevaluasi rekomendasi yang telah diimplementasikan.
- Dukungan untuk Deployment Group Baru
- Saat ada rumah sakit group baru (misal 5 RS sekaligus), Anda menghitung optimal architecture:
- Apakah lebih murah pakai on-prem di setiap RS + cloud terpusat atau thin client + cloud full (tergantung koneksi internet RS di group tersebut).
- Menyusun TCO (Total Cost of Ownership) untuk 3 tahun ke depan sebagai bahan negosiasi dengan manajemen group.