Fisheries Officer
wwf indonesia- Posted 10 hours ago
- Be among the first 10 applicants
Job Description
I. TUJUAN POSISI
Fisheries Officer for Flores Waters bertanggung jawab untuk melaksanakan program kerja WWF-Indonesia di bidang perikanan tangkap di Wilayah Perairan Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Lingkup pekerjaan pemangku jabatan ini berfokus pada aspek perikanan tangkap, termasuk penerapan praktik perikanan tangkap berkelanjutan serta pengelolaan perikanan dengan pendekatan ekosistem melalui Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM) secara terpadu; mendukung OECM (Other Effective Area-Based Conservation Management) berbasis perikanan di lokasi kerja; serta mendukung implementasi kerja sama dengan Taman Nasional Komodo dan kawasan konservasi lainnya yang terkait.
Dalam pelaksanaannya, Fisheries Officer melakukan pendampingan kepada kelompok nelayan dan masyarakat pesisir yang relevan, termasuk dalam penguatan tata kelola perikanan, pengumpulan dan pengelolaan data perikanan, serta pengembangan Sustainable Livelihood untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pemangku jabatan juga berperan dalam membangun kemitraan dan kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, akademisi, sektor swasta, dan pemangku kepentingan lainnya, termasuk melalui peningkatan kapasitas para mitra.
Keseluruhan upaya tersebut diarahkan untuk memperkuat pengelolaan perikanan yang berkelanjutan sekaligus mendukung efektivitas pengelolaan kawasan konservasi di Wilayah Perairan Flores, terutama di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Placement: Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur
II. PERAN DAN TANGGUNG JAWAB UTAMA
A. Perencanaan dan Pengembangan Programatik
- Mendukung penyusunan proposal proyek sesuai dengan lingkup kerja di bidang pengelolaan perikanan tangkap berkelanjutan di kawasan konservasi di Wilayah Perairan Flores sesuai dengan peran dan tanggung jawab pemegang jabatan.
- Membantu penyusunan dan pelaksanaan rencana kerja tahunan secara detail (detail activity) di bidang pengelolaan perikanan berkelanjutan, termasuk distribusi alokasi anggaran di tingkat site dan kalender aktivitas yang berkontribusi pada pemenuhan output dan outcome serta indikator keberhasilan programatik dan proyek, dengan berkoordinasi bersama Managers dan National Specialist yang relevan.
- Mendukung penyusunan serta rencana pelaksanaan Environmental and Social Safeguard Framework (ESSF), GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion), dan mitigasi risiko (Risk Mitigation) dalam lingkup kerjanya.
- Menyusun dan memperbarui database perikanan tangkap pada kelompok dampingan dan pemangku kepentingan di Labuan Bajo, yang mencakup data perikanan tangkap dan data relevan lainnya secara berkala untuk kemudian diintegrasikan ke dalam database tim perikanan tangkap nasional.
B. Pelaksanaan Teknis Program dan Proyek
- Menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK) untuk setiap kegiatan yang akan dilakukan dengan mengacu pada Rencana Kerja Tahunan (Annual Workplan) dan memadukannya dengan output proyek. Pemangku jabatan perlu memastikan kualitas KAK melalui proses konsultasi bersama unit kerja di Direktorat Marine and Fisheries yang relevan (RASCI compliance process).
- Menjalankan rencana kerja secara detail di tingkat site dalam ruang lingkup konservasi keanekaragaman sumber daya perikanan dan pengelolaan perikanan berkelanjutan, yang meliputi:
- a. Menyusun dokumen Stakeholder Mapping bersama supervisor dan rekan lain yang relevan.
- b. Mendukung efektivitas pengelolaan kawasan konservasi dengan fokus pada kerja kolaboratif dan inklusivitas.
- c. Menerapkan praktik-praktik perikanan berkelanjutan berdasarkan aspek Sustainable Livelihood dan berkolaborasi dengan tim Sustainable Seafood Market Business/Tim Tourism untuk memasarkan produk-produk perikanan dari kelompok dampingan atau mitra lain yang relevan.
- d. Mendukung penerapan Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM).
- e. Mengidentifikasi isu dan tekanan terhadap sumber daya perikanan, termasuk praktik penangkapan, degradasi habitat, dan ancaman terhadap spesies penting di dalam kawasan konservasi dan area pendukung lainnya.
- f. Mendukung pengembangan pendekatan Blue Food dalam pengelolaan perikanan di kawasan konservasi.
- g. Mendukung implementasi OECM berbasis perikanan di Seraya Merannu dan lokasi lain yang terkait.
- h. Memahami, mengintegrasikan, dan melaksanakan PKS (Perjanjian Kerja Sama) antara WWF-Indonesia dengan Taman Nasional Komodo dalam Annual Workplan yang relevan.
- Menjalankan berbagai kegiatan lain yang mendukung rencana kerja di tingkat site, termasuk namun tidak terbatas pada:
- a. Melakukan pendampingan kelompok masyarakat yang relevan, seperti Kelompok Usaha Bersama (KUB), Kelompok Pengolah dan Pemasar (Poklahsar), Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas), dan kelompok lainnya yang berkaitan dengan pengelolaan perikanan.
- b. Mengimplementasikan kegiatan pengumpulan data dasar, monitoring, dan pendataan perikanan secara periodik, termasuk melakukan analisis data.
- c. Mendukung upaya advokasi dan perbaikan kebijakan pengelolaan perikanan di kawasan konservasi Taman Nasional Komodo.
- d. Menyusun publikasi, kajian ilmiah, artikel, dan bahan media yang relevan untuk mendukung pengembangan pengelolaan perikanan.
- e. Membangun dan memelihara hubungan kemitraan dengan berbagai pihak yang relevan.
- f. Membangun kapasitas mitra dan stakeholders yang relevan.
- g. Menyediakan materi yang menunjang implementasi programatik.
C. Advokasi Kebijakan dan Hubungan Kemitraan dengan Pihak Eksternal
- Mendukung upaya advokasi kebijakan di tingkat site dan/atau kabupaten, provinsi hingga nasional yang berkorelasi dengan strategi Direktorat Kelautan dan Perikanan, meliputi manajemen pengelolaan perikanan dan sumber daya perikanan yang berkelanjutan melalui pembelajaran serta data dan informasi yang relevan dari Labuan Bajo dan sekitarnya.
- Membangun serta memelihara hubungan komunikasi dan koordinasi dengan pihak eksternal di tingkat site dan/atau kabupaten, provinsi hingga nasional, termasuk membuat stakeholder mapping dan analisis pola relasi para pemangku kepentingan.
- Pihak eksternal yang dimaksud meliputi namun tidak terbatas pada:
- a. Pemerintah (kampung/desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, lembaga setingkat lainnya, dan level nasional).
- b. Lembaga pendidikan dan penelitian.
- c. NGO lainnya di luar WWF-Indonesia.
- d. Komunitas masyarakat lokal dan entitas masyarakat adat.
- Mendukung Site Coordinator, National Coordinator/Managers, dan Lead dalam penyusunan dokumen kemitraan resmi dengan pihak eksternal di berbagai tingkat kelembagaan, baik berupa Memorandum of Understanding (MoU), Kesepakatan Bersama, Technical Agreement, maupun Perjanjian Kerja Sama yang terkait dengan konservasi, pengelolaan, dan pemanfaatan sumber daya perikanan dan laut sesuai Strategic Plan WWF-Indonesia dan ruang lingkup proyek.
- Mendukung penyusunan dokumen laporan hasil kemitraan resmi secara periodik dengan pihak eksternal di semua tingkatan pemerintah/mitra relevan, termasuk memastikan tersedianya berbagai dokumen Means of Verification yang dibutuhkan.
- Mendukung Site Coordinator dan manajemen WWF-Indonesia dalam memfasilitasi kunjungan kemitraan dengan pihak eksternal di luar lingkup rencana kerja tahunan tim site, seperti kunjungan donor, tim audit, WWF Network, dan lainnya.
D. Pemantauan, Evaluasi, dan Pelaporan
- Memberikan masukan, mengisi, dan/atau membuat bahan pemantauan dan evaluasi (monev) proyek sesuai dengan area/tematik tanggung jawab.
- Memberikan masukan, mengisi, dan/atau membuat laporan programatik sesuai dengan area/tematik tanggung jawab.
- Menyusun laporan teknis kegiatan dalam lingkup tematiknya dalam bahasa Indonesia dan Inggris sesuai dengan ketentuan proyek dan programatik.
- Melakukan pemutakhiran data dan informasi untuk berbagai tema spesifik berdasarkan perkembangan yang terjadi di lingkup site pada sistem penyimpanan data dan informasi secara daring, seperti status pendampingan kelompok masyarakat, implementasi BMP, ACCLC, ISTC, EVIKA, EPANJI, jumlah dan jenis capacity building, dan lainnya.
E. Dukungan Publikasi dan Komunikasi
- Menyusun berbagai produk komunikasi yang dihasilkan dari kegiatan, meliputi namun tidak terbatas pada Story From the Field (SFTF), hard news, artikel, konten media sosial, infografis, dan lainnya.
- Mendukung tim komunikasi WWF-Indonesia dalam upaya media monitoring, terutama yang terjadi di lingkup wilayah kerja.
- Mendukung tim komunikasi WWF-Indonesia dalam merancang dan melakukan mitigasi risiko krisis media apabila dibutuhkan.
- Melakukan pengumpulan dan penyimpanan berbagai dokumentasi, baik foto maupun video, yang dihasilkan oleh tim yang disupervisi dan konsultan independen apabila relevan.
F. People and Culture
- Membantu Site Coordinator dalam mengusulkan Human Resources Planning yang dibutuhkan untuk implementasi program/proyek sesuai dengan area kerja/tematik yang menjadi tanggung jawabnya.
- Menyusun individual Key Performance Indicator (KPI) dengan berkonsultasi kepada supervisor.
- Menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK), melakukan pemenuhan proses kontrak, menyupervisi pelaksanaan pekerjaan, dan melakukan evaluasi hasil pekerjaan staf honorer dan/atau konsultan ahli yang menjadi tanggung jawabnya.
- Mendukung tim People and Culture dalam memastikan implementasi berbagai kebijakan pengelolaan sumber daya manusia WWF-Indonesia.
G. Strategic Sourcing and Operations
- Mengusulkan Procurement Plan yang meliputi pengadaan barang dan jasa yang menunjang pelaksanaan rencana kerja tahunan.
- Menggunakan dan merawat berbagai peralatan kerja WWF-Indonesia, baik aset maupun non-aset, serta mendukung tim Strategic Sourcing and Operations dalam melakukan opname aset sesuai dengan kebijakan SSO.
- Mendukung tim Strategic Sourcing and Operations dalam perawatan aset sarana transportasi di tingkat site seperti alat transportasi, apabila relevan.
- Mendukung tim Strategic Sourcing and Operations dalam memastikan implementasi berbagai kebijakan Strategic Sourcing and Operations WWF-Indonesia.
H. Finance and Administration
- Mendukung tim Finance dalam memastikan implementasi berbagai kebijakan pengelolaan keuangan WWF-Indonesia.
- Membantu tim Finance and Administration dalam pengurusan administrasi dan kepatuhan terhadap kebijakan WWF-Indonesia.
- Mematuhi aturan dan kebijakan pengelolaan keuangan yang berlaku di WWF-Indonesia.
- Melaksanakan dan memastikan kelengkapan administrasi keuangan dan administrasi umum sesuai dengan kebijakan dan prosedur WWF-Indonesia.
- Memastikan setiap transaksi, pengeluaran, dan proses administrasi yang menjadi tanggung jawabnya sesuai dengan kebijakan, prosedur, dan ketentuan WWF-Indonesia.
- Berkoordinasi dengan tim Finance and Administration dalam penyelesaian kebutuhan administrasi, dokumentasi, dan kepatuhan keuangan.
III. PERLINDUNGAN, MANAJEMEN RISIKO, DAN KEPATUHAN
- Mengimplementasikan seluruh aktivitas dengan memperhatikan dan menjunjung tinggi masyarakat adat, hak asasi manusia, dan kesetaraan gender serta konservasi yang inklusif sesuai dengan standar dan nilai WWF-Indonesia.
- Menjaga kerahasiaan data dan informasi organisasi serta bertindak sesuai kewenangannya.
- Berkontribusi dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan mengukur tingkat risiko.
- Berkontribusi dalam mengelola risiko sesuai dengan strategi perlakuan risiko yang telah ditentukan.
IV. KUALIFIKASI YANG DIBUTUHKAN
A. Pendidikan dan Pengalaman
- Minimal S1 Ilmu Kelautan, Perikanan, Biologi, Manajemen Konservasi, atau bidang relevan lainnya.
- Minimal 3 tahun pengalaman kerja pada program yang relevan, khususnya perikanan tangkap, pendampingan kelompok, dan/atau bisnis UMKM.
- Memiliki pengalaman bekerja dengan komunitas/masyarakat lokal.
- Menguasai bahasa Inggris, baik lisan maupun tulisan, serta memiliki kemampuan komunikasi publik yang baik.
- Mampu bekerja sama dengan tim dengan supervisi terbatas dan memiliki ketertarikan untuk bekerja di lapangan bersama masyarakat.
- Memiliki komitmen tinggi terhadap upaya pengelolaan sumber daya kelautan dan perikanan yang berkelanjutan.
- Memiliki kemampuan adaptasi dan penyesuaian diri yang baik di lingkungan baru.
B. Kemampuan Teknis
- Perikanan tangkap berbasis ekosistem (EAFM).
- Pendampingan masyarakat, baik dalam aspek teknis perikanan tangkap maupun bisnis berkelanjutan.
- Analisis data dasar perikanan tangkap.
- Database management.
- Pemberdayaan komunitas.
- Fasilitasi dengan mitra terkait.
- Manajemen konservasi kelautan.
- Pengembangan strategi advokasi.
- Kemampuan komunikasi, termasuk presentasi, negosiasi, dan penulisan laporan.
Di Yayasan WWF Indonesia, kami berkomitmen untuk menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, di mana keberagaman dihargai dan setiap individu memiliki kesempatan yang setara. Kami mendorong pelamar dari semua latar belakang masyarakat untuk mengajukan lamaran. Kami juga menyediakan berbagai manfaat kerja guna mendukung keseimbangan antara kehidupan pribadi dan profesional.
Harap mengirimkan lamaran Anda sebelum tanggal 27 September 2026
Kami mendorong pengajuan lamaran lebih awal, karena lowongan ini mungkin akan ditutup sebelum batas waktu yang ditentukan setelah kandidat yang sesuai ditemukan.
